Tugas Resume Day 2

 


Pemateri V: Dr.Nurul Ghufron,S.H.,M.H(Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi)periode 2019-2024

Tema: Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi 



Korupsi membawa dampak besar bagi bangsa. Harapannya, sebuah jembatan bisa bertahan hingga puluhan tahun, seperti Jembatan Merah di Surabaya yang dibangun Belanda ratusan tahun lalu namun masih berdiri kokoh. Sebaliknya, banyak jembatan yang dibangun setelah kemerdekaan justru cepat rusak, bahkan ada yang baru beberapa bulan diresmikan sudah patah. Hal ini terjadi karena praktik korupsi. Uang yang seharusnya cukup untuk membangun infrastruktur berkualitas, berkurang karena sebagian diselewengkan. Akibatnya, pembangunan rapuh, pendidikan kurang, sekolah terbatas, dan banyak anak tidak bisa menikmati haknya untuk belajar.


Pemateri VI: KH Ma'ruf (Ketua Aswaja Center, PWNU Jawa Timur)

Tema: Mahasiswa Unusa sebagai generasi Aswaja An-Nadhliyah 



Tadi sudah diawali moderator tentang makna Ahlus Sunnah wal Jamaah. Secara redaksi, istilah ini memang menimbulkan banyak perdebatan. Semua sepakat bahwa ahlun berarti pengikut, sedangkan al-jamaah bermakna umat Islam. Namun, yang menjadi titik krusial adalah pemahaman tentang kata sunnah.


Menurut Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, sunnah di sini bukan sekadar perbuatan Nabi sebagaimana yang dipelajari dalam ilmu hadis, dan bukan pula sunnah dalam hukum fikih. Sunnah yang dimaksud adalah at-thariqah al-mardhiyyah al-masyrû‘ah, yaitu metode beragama yang ditempuh oleh Nabi, para sahabat, serta imam-imam mazhab. Inilah letak perbedaan pemahaman sunnah antara NU dan kelompok lain.


Dalam penafsiran, Ahlus Sunnah wal Jamaah dimaknai sebagai kelompok mayoritas umat Islam. Mayoritas itu tampak dari pengikut empat mazhab besar—Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali—yang tersebar di berbagai wilayah. Di Mesir dan Turki misalnya, banyak yang menganut Hanafi. Di Suriah dan sebagian Asia, ditemukan pengikut Syafi’i seperti kita di NU. Jadi NU tidak sendirian, melainkan bagian dari arus besar mayoritas Islam dunia.


Perbedaan lain tampak dalam sistem berpikir. Dalam akidah, NU mengikuti ajaran Imam Asy’ari yang dikenal dengan aqidah Azhariyyah. Dalam praktiknya, orang NU berpegang pada prinsip tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang). NU menolak sikap ekstrem, baik yang terlalu keras maupun terlalu longgar, karena yang bisa bertahan lama adalah jalan tengah yang moderat. Sikap ini juga melahirkan penghargaan tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi juga kepada non-muslim, sesuai semangat rahmatan lil alamin.


Pemateri VII: Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM.,M.Kes(Kaprodi D4 K3)

Tema: Pengenalan Keselamatan, Kesehatan kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi


Tujuan dari penerapan K3L adalah mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berhadapan dengan potensi bahaya dan risiko yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan maupun keselamatan. Karena itu, sebagai mahasiswa di UNUSA, kita harus berusaha menghindari bahaya, mengurangi risiko, serta melindungi diri sendiri maupun orang lain agar tetap sehat dan selamat.


Selain itu, K3L juga bertujuan untuk melindungi lingkungan dari pencemaran dan kerusakan. Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan jauh dari pencemaran. Kita bisa melihat sendiri bagaimana pencemaran lingkungan terjadi di sekitar kita, yang sering kali berasal dari aktivitas industri. Meskipun industri memberikan banyak manfaat, tetap ada kewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan. Mahasiswa pun dapat ikut berperan, misalnya tidak diam saja ketika melihat pencemaran, serta memanfaatkan media sosial dengan bijak agar isu-isu pencemaran tidak diabaikan begitu saja, melainkan disuarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.


Prinsip dasar penerapan K3L adalah pencegahan lebih baik daripada penanggulangan. Bahaya memang tidak bisa sepenuhnya dihindari karena dalam kehidupan sehari-hari kita akan selalu berhadapan dengan berbagai bentuk risiko, baik itu fisik, kimia, biologi, psikososial, maupun mekanik. Namun, kita harus tetap waspada dengan cara mencegah dan menanggulanginya sejak awal.


Di UNUSA sendiri sudah ada berbagai SOP yang harus dipatuhi, misalnya saat memasuki auditorium, laboratorium, atau ruang perkuliahan. Setiap mahasiswa perlu memahami potensi bahaya di tempat tersebut, cara keluar saat darurat, serta aturan yang berlaku di dalamnya. Ketika berada di laboratorium, misalnya, mahasiswa wajib mengikuti aturan keselamatan yang ada, mulai dari penggunaan alat, penempatan bahan, hingga pelaporan kejadian. Semua itu bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi pedoman untuk menjaga keselam

atan bersama.


Referensi: 

Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi 

Mahasiswa Unusa sebagai generasi Aswaja An-Nadhliyah 

Pengenalan Keselamatan, Kesehatan kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi



Lihat juga blog teman saya :

https://rayaaurelliashandy.blogspot.com/2025/09/resume-materi-day-2.html


dan jangan lupa ikuti sosial media kita :

• Facebook 

https://www.facebook.com/unusaofficialfb

• Instagram 

https://www.instagram.com/unusa_official/

• YouTube 

https://www.youtube.com/@unusa_official

• Twitter (X)

https://x.com/unusa_official?lang=en

• Tik Tok 

https://www.tiktok.com/@unusa_official



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume FKK Unusa akan Buka Kelas Internasional S1 Keperawatan

Tugas Resume Day 4

Tugas Resume Day 1