Kesulitan Menyesuaikan Diri dengan rutinitas baru sebagai Mahasiswa
Nama : May Della Yulianti
Nama Kelompok : 01 NEURON
Mahasiswa baru sering kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus karena perbedaan besar antara sekolah menengah atas (SMA) dengan suasana kuliah. Di SMA, belajar didampingi guru yang ketat dan terstruktur, sedangkan di kuliah, mahasiswa harus belajar secara mandiri, mengatur jadwal sendiri, dan mengerjakan tugas yang lebih kompleks seperti membaca jurnal ilmiah atau membuat presentasi. Mereka merasa kewalahan karena dosen hanya memberi garis besar materi tanpa detail, harus mencari sumber sendiri, terkadang terlambat ke kelas karena tidak tahu lokasi ruangan di kampus besar, serta mengalami stres akibat tugas yang menumpuk, sehingga mengganggu tidur dan kemampuan fokus. Dampak negatif yang muncul bisa berupa penurunan nilai, depresi ringan, atau menghindari interaksi dengan teman karena terjadi culture shock akibat bertemu mahasiswa dari berbagai daerah dengan gaya hidup dan budaya yang berbeda.
Penyebab utama kesulitan adaptasi adalah peralihan mendadak ke budaya akademik baru, di mana mahasiswa harus berpikir kritis dan reflektif tanpa bimbingan intensif seperti di SMA.
Selain itu, tantangan dalam memahami bahasa akademik atau bahasa Inggris juga membuat mereka ragu saat berdiskusi di kelas. Faktor kedua adalah kesulitan adaptasi sosial-budaya, seperti berinteraksi dengan teman dari latar belakang urban, pesantren, atau daerah berbeda. Hal ini membuat mereka canggung, contohnya mahasiswa Jawa yang biasanya malu untuk berargumen di kelas yang lebih ekspresif. Kondisi ini diperparah oleh rasa rindu terhadap keluarga karena tinggal di kos pergi jauh dari rumah. Faktor ketiga adalah lingkungan fisik yang baru, seperti kesulitan mengakses ruangan kampus yang luas, harus memasak dan mencuci pakaian sendiri, serta interaksi awal yang minim, yang mengakibatkan perasaan kesepian dan kurang percaya diri.
3 Cara Mudah Mengatasi Kesulitan Adaptasi
1. Buat jadwal harian sederhana: Setiap malam, tulis rencana aktivitas hari esok di notes ponsel, seperti bangun jam 7, kuliah jam 8, makan siang jam 12, belajar pagi hari selama 2 jam, dan istirahat malam hari. Sisipkan waktu jalan-jalan keliling kampus agar tidak bingung lagi dan badan cepat terbiasa dengan rutinitas baru dalam seminggu.
2. Kenali orang baru: Di masa ospek atau di kelas, beri senyum dan sapa teman dengan mengatakan, "Hai, nama aku Rina, dari mana lo?" kepada 2-3 orang yang dekat. Ajak makan bareng atau diskusi tugas kecil untuk menyebarkan kehangatan dan mengurangi rasa kesepian.
3. Tanyakan bantuan jika bingung: Jika merasa bingung tentang ruangan kelas, tugas, atau merasa stres akibat perasaan rindu rumah, datang ke kakak kelas, dosen, atau konselor kampus. Ikuti workshop gratis mereka untuk mendapatkan tips langsung dan merasa didukung sejak awal.
Komentar
Posting Komentar